Warga Pamekasan Tolak Pembangunan Ritel Modern, Bupati Janji Putuskan Besok

Ia menegaskan pemerintah daerah akan mempertimbangkan aspirasi masyarakat yang menolak pembangunan ritel modern tersebut.
"Jika mereka tetap lanjut dan tidak mundur ya silakan saja, risikonya ditanggung sendiri," ujarnya.
Warga Minta Pembangunan Dihentikan
Dalam pertemuan itu, tokoh masyarakat Muhdlar Abdullah meminta agar pembangunan gerai ritel modern dihentikan.
"Kita datang ke sini hanya ingin mendengarkan satu kalimat. Bahwa pembangunan Indomaret harus dihentikan," katanya.
Muhdlar mengatakan, penolakan dilakukan karena masyarakat khawatir keberadaan ritel modern akan berdampak terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Yang kita lindungi para UMKM di bawah. Mereka menjual sekarang untuk dimakan besok. Itu yang kita lindungi," ujarnya.
Ia mengaku pembangunan gerai tersebut telah berlangsung sekitar sepekan dan dilakukan tanpa musyawarah dengan masyarakat setempat.
Menurut Muhdlar, awalnya hanya tujuh tokoh masyarakat yang menyampaikan keberatan kepada pemerintah kecamatan.
Namun, setelah informasi tersebut menyebar, penolakan meluas hingga diikuti puluhan warga.
Pihaknya berharap pembangunan gerai tersebut dihentikan untuk menghindari potensi konflik di masyarakat.
Sebelumnya: 3 Kapal di Muara Angke Terbakar, Polisi Selidiki Penyebabnya
Selanjutnya: Revitalisasi Keraton Solo Dikebut, 300 Pekerja Dilibatkan
Artikel Terkait
- Respons Cepat Dokkes Polres Jakpus Selamatkan Wanita yang Alami Pendarahan
- Menteri Bahlil Sebut Stok BBM di Sumut Ada, Cuma Sopir yang Mogok
- Prediksi Skor Robbie Gaspar untuk Final Piala Dunia 2026 Spanyol Vs Argentina, Jagokan Siapa?
- Bentrok Warga di Flores Timur Diduga Dipicu Sengketa Tanah Kopdes Merah Putih, 3 Orang Tewas
- Kisah 3 Napiter Eks JI di Semarang yang Kini Berikrar Setia kepada NKRI
- Mengelola Kenaikan Berat Badan akibat Efek Samping Obat Gangguan MentalĀ
- Mendagri Usul Donatur Tiap Calon Kepala Daerah Dibuka ke Publik, Seperti di AS
- Kelanjutan Kasus Febrie Adriansyah, Polri Minta Masyarakat Percaya Pada Kejagung
