Cegah Truk ODOL Masuk Jalan Protokol Jakarta, Jembatan Timbang Perlu Ditambah

Kendaraan Bermasalah Perlu Disaring Sejak Awal
Achmad menilai jembatan timbang portabel dapat menjadi salah satu instrumen untuk menyaring kendaraan bermasalah sebelum masuk ke kawasan perkotaan.
Menurut dia, kendaraan yang melebihi batas muatan atau dimensi seharusnya dapat terdeteksi sebelum melintas di jalan protokol maupun ruas jalan yang memiliki keterbatasan ruang bebas.
"Kita tidak boleh membiarkan kendaraan over-dimension dan over-load (ODOL), atau yang melanggar jam operasional, bebas berkeliaran tanpa pengawasan ketat," kata dia.
Ia menambahkan, aturan mengenai batas muatan, dimensi kendaraan, serta jam operasional truk sebenarnya telah tersedia. Namun, pengawasan di lapangan masih perlu diperkuat agar pelanggaran tidak terus berulang.
Minta Evaluasi Rute Angkutan Barang
Selain memperbanyak titik pemeriksaan muatan, Achmad juga meminta Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya meningkatkan patroli terhadap kendaraan berat.
Pengawasan, kata dia, perlu diperketat terutama pada jam-jam rawan saat pergantian waktu operasional kendaraan berat.
Ia juga mendorong evaluasi terhadap rute angkutan barang agar kendaraan bermuatan besar tidak melintasi jalan yang padat atau memiliki batas ketinggian rendah.
"Dengan begitu, truk yang melanggar aturan dapat dicegah masuk ke dalam kota," ujar Achmad.
JPO Tendean Roboh Ditabrak Truk
Sebelumnya, JPO di Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, roboh setelah ditabrak truk pengangkut alat berat pada Selasa (14/7/2026).
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut insiden tersebut terjadi akibat kelalaian pengemudi yang membawa muatan melebihi kapasitas ketinggian JPO.
"Memang betul-betul pasti ini karena keteledoran dari pengemudi yang membawa alat berat yang melebihi kapasitas tingginya, sehingga menyebabkan kemacetan yang luar biasa," kata Pramono.
Akibat kejadian itu, arus lalu lintas menuju arah Blok M sempat mengalami kepadatan hingga menjalar ke jalan layang dari arah Pancoran dan kawasan Kantor Transvision.
Sopir truk bernama Andre (28) mengaku tidak fokus saat berkendara karena sedang melihat peta digital di telepon genggam untuk mencari lokasi tujuan.
"Kami 2 kilometer lagi nyampe nih, fokus lihat maps," ujar Andre.
(Reporter: Ruby Rachmadina)
Sebelumnya: Rumah Wanita di Kediri Diduga Sengaja Dibakar Mantan Suami, Kerugian Capai Rp 1 Miliar
Selanjutnya: Kantor Kemenag Wonogiri Siapkan Draf Penutupan Ponpes Manjung
Artikel Terkait
- Sorotan Kemlu Atas Aksi Pemuda Madiun Kabur Saat Tur di Korsel
- WN Singapura yang Bunuh Pacar di Bali Overstay Setahun, Polisi Telusuri Rekam Jejak
- Pembenahan "Setengah Hati" Managemen MBG
- Guru Besar IPB Sebut Kondisi Laut Indonesia Memprihatinkan
- Kasus Santri Terbakar di Lombok Tengah, 2 Tersangka Diperiksa Polda NTB
- 4 RT di Keranggan Tangsel Alami Kekeringan, 13.000 Liter Air Bersih Disalurkan
- Pemerintah Bakal Gratiskan Sertifikat SHM Rumah MBR, Ada Syaratnya
- Rundown Konser Afgan di JCC Senayan Hari Ini
