Tawuran Remaja Pecah di Medan Labuhan, Satu Pria Tewas Tertembak pada Wajah

Korban Tertembak di Mata dan Tewas di Jalan
Yogi menuturkan, akibat pecahnya bentrokan bersenjata tersebut, remaja berinisial D yang diketahui merupakan warga Pasar Pekong meninggal dunia.
Korban dilaporkan menderita luka tembak serius di area vital pada wajahnya.
"Kabarnya dia tertembak di bagian mata di lokasi. Lalu dibawa meninggal di perjalanan menuju Rumah Sakit Delima," ungkap Yogi membeberkan kronologi evakuasi korban.
Beberapa Warga Ikut Terluka Kena Tembak
Yogi menyampaikan, selain jatuhnya korban jiwa, ada beberapa remaja serta warga lain yang dilaporkan ikut menderita luka-luka, baik akibat hantaman senjata tajam maupun terjangan peluru senapan angin.
"Wargaku ada juga yang terluka. Kayak kakinya ditembak gitu. Tapi ini masih dicari tahu lengkapnya," ujarnya menjelaskan situasi korban luka di wilayahnya.
Sejauh ini, pihak kelurahan belum mengetahui secara pasti apa yang menjadi pemicu utama pecahnya tawuran tersebut. Namun sepanjang pengetahuannya, bentrok fisik antar-remaja di lokasi tersebut memang sudah kerap kali terjadi, sehingga pihak kelurahan rutin menggelar operasi pengawasan.
"Sebenarnya kami sudah bekerjasama dengan petugas TNI Polri setempat untuk patroli. Tapi mereka ini selalu cari cela begitu," sebut Yogi.
Di lain pihak, Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Iptu Hamzar Nodi, menuturkan bahwa hingga saat ini jajaran penyidik kepolisian masih terus mendalami dan menyelidiki kebenaran informasi insiden tersebut di lapangan.
"Sejauh ini keluarga korban belum buat laporan. Kami masih memastikan juga apakah korban ini meninggal karena kecelakaan atau tawuran. Lebih lengkap nanti disampaikan," kata Hamzar menjelaskan langkah penanganan kepolisian.
Sebelumnya: Berburu Durian Menoreh di Kampung Durian Kulon Progo, Nikmati Langsung dari Kebun
Selanjutnya: Ketua DPRD Lebak Bantah Perintahkan Penculikan Aktivis, Klaim Sudah Damai dengan Korban
Artikel Terkait
- Memulihkan Lahan, Menumbuhkan Ekonomi dari Desa Pulu
- Krisis Moneter Asia 1997: Awal Runtuhnya Keajaiban Ekonomi Asia
- Gelombang Panas Bikin 57 Juta Hektar Hutan Tropis Kehilangan Kemampuan Fotosintesis
- Darma Henwa (DEWA) Bentuk 3 Anak Usaha Baru, Bidik Bisnis Listrik hingga Infrastruktur
- Rahmat Dimas Pembunuh Ojol di Tangerang Ditetapkan Sebagai Tersangka
- Jadwal Final Piala Dunia 2026 Spanyol Vs Argentina: Jam, Cara Nonton, dan Link Live Streaming
- Kesaksian Penyintas KM Nurul Salsa Jadi Petunjuk Baru, Basarnas Fokus Cari Korban di Laut Flores
- Terima Ancaman dan Doxing Usai Komentari Mutasi Pegawai Kementerian PU, Dosen UGM Kirim Somasi
