MPLS Berakhir, 1.480 Siswa di Bali Masih Belum Mendapatkan SMA/SMK

Sebanyak 1.480 siswa di Provinsi Bali masih belum mendapat SMA/SMK negeri meskipun Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sudah berakhir pada Jumat (17/7/2026) lalu.
Mereka adalah siswa yang belum tertampung dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SMPB) 2026 jenjang SMA/SMK negeri.
Secara keseluruhan, terdapat 2.567 peserta yang tidak lolos seleksi dalam segala tahapan SPMB 2026 jenjang SMA/SMK negeri. Dari jumlah itu, baru 1.087 peserta yang tertampung.
"Masih ada (siswa tercecer), baru tersalurkan untuk SMA tahap pertama 731 (siswa) dan SMK tahap pertama 356 (siswa)," kata Kepala UPTD Balai Pengembangan Teknologi Pendidikan (BP Tekdik) Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Bali, I Komang Agus Kariasadi, Sabtu (18/7/2026), dilansir dari Antara.
Dengan demikian, masih terdapat 1.480 peserta yang belum tertampung dan menjadi perhatian Disdikpora Bali.
"Meski demikian, masih tersisa 1.480 peserta yang belum mendapatkan sekolah dan menjadi fokus penanganan Disdikpora Bali bersama sekolah-sekolah negeri maupun swasta," tandasnya.
Disdikpora Lakukan Pemetaan Kuota Sekolah
Saat ini, Disdikpora Bali terus melakukan pemetaan terhadap sekolah yang masih memiliki kuota. Tujuannya agar siswa yang masih berharap pada sekolah negeri namun belum tertampung dapat segera memperoleh akses pendidikan.
"Penyaluran dilakukan dengan mempertimbangkan sisa daya tampung di masing-masing sekolah serta domisili calon peserta didik," ucap Komang Agus.
Ia mengatakan penyaluran ini didorong untuk memastikan peserta didik memperoleh sekolah sehingga hak atas pendidikan tetap terpenuhi meskipun tahapan utama SPMB dan MPLS telah berakhir.
Selain itu, hal ini dilakukan karena sejumlah SMA/SMK negeri juga masih memiliki kuota.
Berdasarkan data hasil SPMB 2026 Tahap I dan Tahap II, tingkat keterisian SMA negeri di Bali mencapai rata-rata 70,87 persen. Dari total daya tampung 30.314 kursi, 21.483 siswa dinyatakan sudah lolos seleksi sebelum MPLS.
Kota Denpasar menjadi daerah dengan tingkat keterisian SMA tertinggi, yakni 87,03 persen. Sebaliknya, Kabupaten Tabanan mencatat tingkat keterisian terendah, 49,72 persen.
Kemudian pada jenjang SMK negeri, tingkat keterisian secara rata-rata dalam SPMB 2026 sebesar 77,62 persen. Dari total daya tampung 24.844 kursi, 19.283 siswa diterima.
Komang Agus menyebut Kota Denpasar kembali mencatat tingkat keterisian tertinggi 91,45 persen, sementara tingkat keterisian terendah Kabupaten Bangli 60,62 persen.
Sebelumnya: Polisi Tangkap 11 Anggota Perguruan Silat yang Keroyok 2 Pemuda di Surabaya
Selanjutnya: Ketum Kesthuri Tersangka Kasus Kuota Haji Kembali Gugat KPK ke PN Jaksel
Artikel Terkait
- Guru SD di Lubuklinggau yang Pukul Siswa Diistirahatkan Mengajar, Tak Lagi Jadi Wali Kelas
- Susah Dapatkan Solar, Keluhan Pengemudi Angkutan di Sumatera: Rasanya Perih, Sudah Tak Sanggup Lagi
- Update Harga Toyota Avanza, Naik di Pertengahan Juli 2026
- Kritik Zlatan Ibrahimovic atas Kegagalan Inggris di Piala Dunia 2026
- Antisipasi Jules Kounde Hengkang, Barcelona Lirik Bek Tottenham Pedro Porro
- Mobil Tahanan Disiagakan Dekat Lokasi Demo Mahasiswa, Polisi: Antisipasi Penyusup
- Netanyahu Dukung Argentina, Doakan Juara Piala Dunia Lagi
- Bangkai Paus di Pantai Jembrana Muncul Lagi, Lokasi Penguburan Tergerus Air Pasang
