Sudah Gratis Seragam dan Sepatu, SD Negeri di Demak Ini Cuma Dapat 3 Murid

Faktor Banjir Diduga Jadi Pemicu Sepi Peminat
Menanggapi fenomena sejumlah SD Negeri yang kekurangan murid ini, Haris menilai ada beberapa faktor krusial yang kemungkinan menjadi pemicu sekolah-sekolah tersebut kurang diminati oleh para orang tua wali murid.
Ia mencontohkan kondisi geografis SD Negeri Bintoro 16 yang lokasinya memang dikenal rawan tergenang banjir saat musim hujan tiba. Faktor akses jalan yang sulit inilah yang diduga kuat membuat para orang tua enggan mendaftarkan anak mereka ke sana.
"Misalnya SD Bintoro 16 itu, pada saat waktu tertentu untuk sampai sekolah kadang kena banjir, nah ini orang tua berpikir ulang. Walaupun pada saat sekolah pada saat musim panas seperti ini tidak ada masalah," kata Haris mencontohkan.
Kendati demikian, Haris enggan terburu-buru menyimpulkan alasan pasti di balik sepinya peminat di sejumlah SD Negeri di Demak tersebut.
Pihaknya memilih untuk terlebih dahulu melakukan analisis mendalam secara menyeluruh serta menampung aspirasi langsung dari masyarakat sekitar sekolah sebelum menentukan langkah kebijakan selanjutnya.
"Kami akan analisis potensi, apabila dimungkinkan jangka panjang itu merger. Kemudian sisi masyarakatnya kita edukasi masyarakat bahwa sekolah yang sekarang ini kurang atau mungkin harapan dari mereka seperti apa sih," terangnya.
Sementara itu, Plt Kepala SD Negeri Bintoro 16, Muasiroh, membenarkan bahwa sekolah yang dipimpinnya tersebut memang kerap menjadi langganan banjir apabila curah hujan sedang tinggi. Namun, ia menegaskan bahwa genangan air yang menutupi akses jalan sekolah biasanya tidak berlangsung lama.
"Iya, tapi cepat surut setelah hujan reda," ujar Muasiroh melalui pesan singkat pada Kamis sore.
Upaya Sudah Optimal
Sebelumnya, Muasiroh sempat mengeluhkan kondisi SD Negeri Bintoro 16 yang seolah selalu kesulitan mendapatkan murid baru setiap tahunnya.
Padahal, ia mengeklaim pihak sekolah telah berupaya seoptimal mungkin melakukan sosialisasi, termasuk memberikan berbagai fasilitas gratis yang anggarannya diupayakan secara mandiri oleh para guru demi menarik minat calon siswa.
"Dari tahun ke tahun sudah ada, di antaranya melakukan dari rumah ke rumah, untuk mencari murid istilahnya, kedua mengunggah brosur-brosur di tempat-tempat strategis, ketiga memberikan fasilitas seperti tas sepatu dan seragam," kata Muasiroh pada Senin (13/7/2026).
Muasiroh sangat berharap ada kebijakan atau perhatian khusus dari pemerintah daerah yang berpihak pada nasib SD Negeri Bintoro 16 agar sekolah tersebut tetap bisa eksis dan tidak terancam ditutup.
"Inginnya muridnya bisa bertambah agar sekolah ini bisa ada keberlangsungannya, karena di sini itu sekolah fasilitasnya memadai," harapnya.
Sebelumnya: Jaksa Cecar Anak Buah Eks Ketua Ombudsman soal Atensi
Selanjutnya: Korupsi Proyek Mini Zoo Purworejo Rugikan Negara Rp 6,5 Miliar, Tiga Tersangka Segera Disidang
Artikel Terkait
- Liburan ke Jepang Makin Mahal, Pajak Keberangkatan Naik 3 Kali Lipat
- Cara Benar Naik Motor Skutik biar Hemat BBM, Hindari Kebiasaan Ini
- Soal Kasus Pemerkosaan di Sampang, Polisi Ingatkan Orangtua Perketat Awasi Pergaulan Anak
- Dari Rocafonda ke Final Piala Dunia 2026, Nama Lamine Yamal Simpan Kisah Haru
- Cerita Kedekatan Iptu Motalip dengan Warga Nduga dalam Jaga Keamanan
- Nama Bayi Muhammad MBG Subianto Jadi Evaluasi Disdukcapil Wonosobo, Akta Masih Bisa Diurus 60 Hari
- Pabrik Sandal PT Porto di Karanganyar Terbakar, Asap Membubung Tinggi
- Korban Dugaan Pelecehan Seksual di Unesa 26 Orang, BEM Ungkap Modus AI
