Momok Tahunan Banjir di Kuta-Seminyak, Pemkab Badung Bangun Drainase dan Tambah Pompa Air

Banjir yang kerap kali terjadi di kawasan Kuta dan Seminyak, Kabupaten Badung, saat musim hujan menjadi persoalan yang dikeluhkan warga dan wisatawan setiap tahun.
Genangan air kerap muncul di sejumlah ruas jalan, termasuk di kawasan Jalan Dewi Sri dan depan Kantor Kelurahan Seminyak.
Untuk mengurangi risiko banjir tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung membangun drainase pengendali banjir di Kecamatan Kuta dan menyiapkan penambahan pompa air berkapasitas besar di aliran Tukad Mati.
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, mengatakan bahwa banjir di kawasan Jalan Dewi Sri telah menjadi momok yang terjadi hampir setiap tahun saat musim hujan.
"Dulu, kami sudah sering turun memantau, tetapi baru sekarang bisa dikerjakan karena anggarannya baru tersedia di APBD Induk 2026, sehingga tahun ini baru bisa dieksekusi," kata Adi Arnawa, Minggu (19/7/2026).
"Mudah-mudahan dengan perbaikan drainase yang cukup lebar dan bagus, banjir yang sering terjadi di sepanjang Dewi Sri dan sekitarnya dapat diminimalisir. Harapan kita tentu secara rutin dapat melaksanakan normalisasi di aliran Tukad Mati," ujarnya lagi.
Pembangunan drainase tersebut mencakup pekerjaan pembuangan irigasi dan saluran pengendali banjir dengan total ruas yang ditangani sepanjang 6.330 meter.
Pemkab Badung juga akan menambah pompa air dengan kapasitas 30.000 liter per detik yang akan digunakan untuk memompa air dari aliran Tukad Mati menuju Teluk Benoa.
Adi Arnawa mengatakan, pembangunan infrastruktur pengendali banjir saja tidak cukup jika tidak diimbangi dengan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah.
"Saya minta masyarakat untuk tetap memilah sampah dan jangan membuang sampah sembarangan. Walaupun kita buat drainase sebesar apa pun dan sebaik apa pun, tapi kalau masyarakat masih tidak mendukung program kami, juga akan susah," katanya.
Dia menargetkan seluruh pekerjaan pengendalian banjir di kawasan Kuta dapat rampung pada November 2026, sehingga dapat berfungsi sebelum puncak musim hujan yang biasanya terjadi pada Desember.
Selain Kuta, Pemkab Badung juga akan menangani titik banjir di kawasan Seminyak, khususnya di depan Kantor Kelurahan Seminyak dan bekas Kantor BPBD Badung yang kerap tergenang saat hujan deras.
Proyek Masih Tunggu Studi Kelayakan Selesai
Untuk penanganan jangka panjang, menurut dia, Pemkab Badung berencana membangun embung sebagai penampung air dari wilayah utara.
Embung tersebut nantinya juga akan dimanfaatkan sebagai sumber air baku bagi Perumda Air Minum Tirta Mangutama.
"Kami akan kerjakan secara bertahap, kebetulan konsep kita nanti adalah membuat embung untuk menampung air yang dari utara," pungkasnya.
Sebelumnya: Cabai Habanero Lokal Pertama Indonesia, Lebih Pedas dari Rawit
Selanjutnya: Karut-Marut Ganti Rugi Bendungan Temef: Hak Ulayat Diklaim Sepihak, Arsip Desa Diduga Raib
Artikel Terkait
- Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah, Perlukah Izin Presiden? Ini Kata Pakar
- Trump Tuntut Bayaran Usai Klaim AS Jaga Selat Hormuz
- Pembangunan Tahap II IKN Dikebut, 16 Paket Siap Lelang
- Polisi Ungkap Grup WA 27 Pemerkosa Gadis Sampang Bernama 'Teh Gembul'
- Ketahanan Mental Argentina, Buah dari Hidup Sulit Bertahun-tahun
- KPK Usul Kampanye Beralih ke Media Digital agar Ongkos Politik Lebih Murah
- Modus Baru Curanmor di Parkiran Apartemen Tangerang, Pelat Motor Ditukar
- Bupati Sukoharjo Pakai Hasil Peras Anak Buah buat Renovasi Rumah dan Beli Mobil
