Komparasi Motor Listrik Rp 25 Jutaan: VinFast Viper Vs Emotor Sprinto

KOMPAS.com/ADITYO Impresi berkendara tiga motor listrik baru VinFast di Indonesia, VinFast Evo, VinFast Feliz II, dan VinFast Viper
Desain dan Dimensi: Sama-sama Mirip Skutik Konvensional
Melihat tampilannya, baik VinFast Viper maupun Indomobil Emotor Sprinto sebenarnya membawa pendekatan estetika yang cukup mirip. Keduanya dirancang menyerupai proporsi motor matik atau skutik konvensional yang sudah sangat akrab di mata masyarakat Indonesia.
Namun, jika ditanya mana yang lebih menarik dari segi visual, hal tersebut tentu kembali lagi ke selera masing-masing konsumen.
Secara dimensi, VinFast Viper sedikit lebih ringkas dengan panjang 1.950 mm, lebar 712 mm, dan tinggi 1.122 mm, menjanjikan kelincahan tersendiri untuk membelah kemacetan kota.
KOMPAS.com/ADITYO Indomobil Emotor Sprinto
Sementara itu, Indomobil Emotor Sprinto sedikit lebih bongsor dengan panjang 1.980 mm, lebar 745 mm, dan tinggi 1.115 mm.
Adu Performa Jarak Tempuh versus Torsi Melimpah
Beralih ke sektor dapur pacu, di sinilah letak perbedaan karakter paling mendasar dari kedua motor listrik ini. Indomobil Emotor Sprinto dibekali motor listrik berdaya 3,5 kW dengan klaim jarak tempuh 110 km.
Menariknya, klaim torsi maksimal yang dihasilkan menyentuh angka fantastis, yakni 195 Nm. Karakter instan dengan torsi sebesar ini menjamin akselerasi stop-and-go yang responsif, dipadukan fitur tiga pilihan mode berkendara serta tombol Boost Mode untuk ekstra performa, dengan kecepatan puncak dibatasi pada 90 km/jam.
KOMPAS.com/ADITYO Impresi berkendara tiga motor listrik baru VinFast di Indonesia, VinFast Evo, VinFast Feliz II, dan VinFast Viper
VinFast Viper menawarkan fleksibilitas performa di mana output daya dinamonya ikut menyesuaikan jumlah baterai yang terpasang. Varian satu baterai dibekali motor listrik berdaya 3 kW dengan jarak tempuh 82 km dan kecepatan puncak 70 km/jam.
Sementara jika menggunakan skema dua baterai, tenaganya melonjak menjadi 5,2 kW, mampu mengimbangi kecepatan puncak Sprinto di angka 90 km/jam serta unggul telak dalam hal daya jelajah yang mencapai 145 km.
Skema Harga dan Fleksibilitas Kepemilikan Baterai
Indomobil Emotor Sprinto dipasarkan dengan harga tunggal yang lugas, yaitu Rp 25.750.000 dengan sistem hak milik penuh, di mana baterai Lithium 2,45 kWh berkapasitas IP67 sudah termasuk di dalamnya.
KOMPAS.com/ADITYO Indomobil Emotor Sprinto
Sebaliknya, VinFast menerapkan strategi kepemilikan daya yang beragam untuk Viper. Pabrikan menawarkan tiga opsi, skema berlangganan model tukar baterai (battery swap), hingga pembelian hak milik penuh.
Hal ini berimbas pada variasi harga yang kompetitif. Bagi konsumen yang memilih skema sewa, unit Viper dapat ditebus mulai Rp 22 juta. Sementara untuk opsi hak milik penuh, harganya berada di angka Rp 25.640.000 untuk varian satu baterai, dan Rp 29.280.000 untuk varian dua baterai.
Kesimpulan
Memilih di antara keduanya kembali pada preferensi kebutuhan berkendara sehari-hari. Jika mencari motor dengan kepastian skema hak milik penuh serta torsi melimpah instan khas stop-and-go perkotaan, Indomobil Emotor Sprinto adalah opsi yang sangat menggoda di angka Rp 25 jutaan.
Namun, jika fleksibilitas finansial dan daya jelajah menjadi prioritas utama, VinFast Viper memberikan alternatif menarik lewat skema sewa baterai yang memangkas harga beli awal menjadi Rp 22 juta saja.
Ditambah lagi, varian dua baterai milik Viper menawarkan daya jelajah yang lebih panjang hingga 145 km serta output tenaga dinamo yang lebih besar mencapai 5,2 kW.
Sebelumnya: GOR Pondok Bambu Jaktim Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026 Gratis, Sedia Makan hingga Hadiah Jersey
Selanjutnya: Vienna Naikkan Pajak Wisata di Tengah Lonjakan Turis
Artikel Terkait
- Brimob Polda Metro Tangkap 3 Pelaku Begal dan 3 Orang Bawa Narkoba di Jakut
- Panduan ke Wisata Alam Desa Wisata Pulesari di Sleman dari Kota Yogya
- KPK Siap Hadapi Gugatan Praperadilan Ketum Kesthuri Tersangka Kasus Kuota Haji
- Mendiktisaintek: Gaji Awal Dosen Memang Rendah, Makin Terasa Cekak di Awal Tahun
- Nama Anggota AAA Clan Makin Terkenal, Reza Arap: Gue Tidak Pernah Bisa Jalan Sendiri
- Dampak Regrouping Sekolah Tanpa Kajian Matang, Guru Honorer hingga Siswa Miskin Terancam
- Blue Bird Gandeng Innova Zenix Hybrid, Angkat Bicara Soal Kritik
- Mandatori E20 pada 2028, Pemerintah Buka Peluang Swasta Bangun Pabrik Bioetanol
