BI: Likuiditas Perbankan Masih Memadai, Suku Bunga Antarbank Mulai Turun

Kebijakan tersebut juga menopang pertumbuhan uang primer (M0) yang tetap tumbuh dua digit, yakni sebesar 12,8 persen secara tahunan (year on year/ yoy) pada akhir Juni 2026.
Selain melakukan ekspansi likuiditas, BI terus menjalin komunikasi intensif dengan industri perbankan untuk mengatasi hambatan distribusi likuiditas antarbank dengan tetap memperhatikan pengelolaan risiko.
KOMPAS.com/ AGUSTINUS RANGGA RESPATI Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti.
Di saat yang sama, BI bersama asosiasi pasar, perbankan, dan otoritas terkait juga terus mengembangkan pasar uang agar semakin dalam, likuid, dan efisien.
"Surveilans dan pengawasan terus diperkuat dalam penegakan ketentuan dan memastikan perilaku pasar selalu dalam koridor yang wajar," ucapnya.
Ke depan, BI akan terus memantau dan memastikan kecukupan likuiditas untuk mendukung efektivitas transmisi kebijakan moneter, memperkuat stabilitas sistem keuangan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Strategi tersebut juga akan terus diperkuat agar distribusi likuiditas antarbank tetap terjaga sehingga mendukung proses pembentukan suku bunga yang lebih efisien dan meningkatkan efektivitas kebijakan moneter.
Sebelumnya: 10 Tahun Mangkrak, Gibran Pastikan Jembatan Way Bunut Lampung Bisa Dilintasi Akhir Juli
Selanjutnya: Rekrutmen Bintara PK Pria TNI AL Masih Dibuka, Lulusan SMA Bisa Daftar
Artikel Terkait
- 339 Angkot Tua Bogor Berhenti Mengaspal, Sisa 1.441 Unit Menyusul Dikandangkan
- WNI Asal Maros Diduga Dibunuh di Armenia, Kemlu Kirim Nota Diplomatik
- 3 Pelaku Tawuran di Bekasi Ditangkap, Corbek hingga Celurit Disita
- Sebabkan Listrik Padam Empat Perumahan, Pencuri Spesialis Kabel Gardu di Palembang Ditangkap Polisi
- KLHN 2026: AHM Dorong Transformasi Layanan Berbasis Empati
- Pelaku Penembakan Brutal di Bar Canggu Jalani Tes Urine, Ini Hasilnya
- KLHN 2026: AHM Dorong Transformasi Layanan Berbasis Empati
- Korupsi TPP Guru Rembang Naik Sidik, Kajari: Ya Harus Selesai Lah
