Gus Ipul Jamin Prabowo Tak Ikut Campur di Muktamar PBNU

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjamin Presiden RI Prabowo Subianto tidak cawe-cawe dalam Muktamar ke-35 PBNU yang mengagendakan pemilihan Ketua Umum PBNU itu.
"Jadi saya kira benar bahwa Presiden tidak akan turut campur dalam kaitan dengan proses muktamar itu," ujar Saifullah di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Menurut Gus Ipul, Prabowo sangat memahami Nahdlatul Ulama (NU). Selain itu, Prabowo juga kenal dengan semua tokoh NU.
"Dan tentu Presiden memberikan kepercayaan kepada Muktamirin untuk melakukan musyawarah, untuk melakukan suatu proses sebagaimana yang ada di dalam tradisi Nahdlatul Ulama," imbuhnya.
Rencana lokasi Muktamar PBNU
Sebelumnya, Saifullah selaku Sekretaris Jenderal PBNU sekaligus Ketua Panitia OC Muktamar Ke-35 menyampaikan Muktamar NU ke-35 bakal digelar di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27-31 Agustus 2026.
Gus Ipul menuturkan, keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Gabungan Harian Syuriyah-Tanfidziyah di Gedung PBNU, Jakarta.
"Beberapa kali pertemuan terbatas akhirnya rapat gabungan PBNU menetapkan Pesanteen Tambakberas Jombang yang didirikan Kiai Wahab Chasbullah sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 NU yang diselenggarakan pada 27 Agustus 2026," ujar Gus Ipul dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Rabu (8/7/2026).
Gus Ipul mengatakan penetapan lokasi serta waktu penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU ini patut disyukuri bersama di tengah dinamika yang terjadi sebelumnya.
Ia mengajak seluruh peserta Muktamar untuk bersiap menyukseskan penyelenggaraan forum ini sehingga dapat menghasilkan keputusan terbaik.
"Ini adalah kesepakatan yang kita perlu syukuri bersama, kami mengajak seluruh wilayah sebagai peserta Mukmatamar untuk siap menyukseskan Muktamar ini dengan kegembiraan dan menghasilkan keputusan-keputusan yang terbaik," kata dia.
Sebelumnya: Perkuat Sinergi, Kapolresta Sambangi Kajari Tangerang dan Dandim Tigaraksa
Selanjutnya: Obligasi Daerah Dinilai Cocok Jadi Alternatif Pembiayaan di Riau
Artikel Terkait
- Kronologi Kecelakaan Maut Sibolangit, Diduga Akibat Rem Blong
- Pasukan Iran Siap Menyambut AS Jika Pulau Kharg Diinvasi
- PFII Dinilai Terlalu Obral Pajak, Kantong Penerimaan Negara Rawan Bocor
- Koleksi Tas Mewah Para Pemain Piala Dunia, Ada Hermes sampai Dior
- Alasan Presiden UEFA Boikot Final Piala Dunia 2026
- 3 Perwira Senior dan 5 Insinyur Kementerian Pertahanan Irak Diduga Korupsi Proyek Rp 1,28 Triliun
- Absen 18 Tahun, Peterpan Hibur Fans Malaysia lewat Konser The Journey Continues
- Menantang Ombak dan Ongkos, Perjuangan Nelayan Pangandaran Bertahan Hadapi Kenaikan Harga Bahan Bakar
