Serangan Baru AS Hantam 140 Target Lokasi Rudal dan Drone Iran

Amerika Serikat meluncurkan serangan baru ke Iran sebagai balasan atas serangan Iran terhadap kapal komersil lain di Selat Hormuz. Militer AS menargetkan 140 target di Iran yang menyasar lokasi rudal dan drone hingga tempat penyimpanan amunisi.
"Pasukan AS menghantam sekitar 140 target militer Iran dengan amunisi presisi yang diluncurkan oleh pesawat tempur berbasis darat dan laut, drone, dan kapal angkatan laut," kata Komando Pusat AS dalam sebuah pernyataan, dilansir AFP, Aljazeera, dan CNN, Minggu .
Target tersebut termasuk lokasi rudal dan drone, kemampuan angkatan laut, fasilitas penyimpanan amunisi, jaringan komunikasi, dan lokasi pengawasan pantai. Militer AS telah menyerang lebih dari 300 target selama 3 malam.
"Selama tiga malam serangan minggu ini, CENTCOM telah menghantam lebih dari 300 target atas arahan Panglima Tertinggi untuk mengurangi kemampuan Iran menyerang pelaut sipil dan kapal komersial yang bebas melintasi selat," sambungnya.
Sebelumnya, CENTCOM mengatakan mereka meluncurkan serangan terbaru sebagai tanggapan terhadap serangan terhadap kapal kontainer yang melewati Selat Hormuz. Korps Garda Revolusi Islam Iran mengatakan telah melepaskan tembakan peringatan ke sebuah kapal yang mencoba menggunakan jalur tidak resmi untuk menyeberangi perairan tersebut.
Lihat juga Video: Jalur Kereta Api Perdagangan Iran dengan China-Rusia Dibom AS
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: Tiga Mobil Baru Mazda Siap Meluncur di GIIAS 2026
Selanjutnya: 3 Tahun Stroke, Bugira Tak Pernah Kontrol Kesehatan karena Kendala Jarak dan Biaya
Artikel Terkait
- Darurat Emisi, Denpasar Belajar dari Jakarta Demi Selamatkan Ekologi
- Penyebab Kematian Mendadak Bintang Jurassic Park, Sam Neill Akhirnya Diungkap
- Terungkap Modus Dugaan Penipuan Berkedok Tes TOEFL Saat MPLS di Yogyakarta, Begini Duduk Perkaranya
- Hotman: Febrie Tak Tahu Ada Renovasi untuk Tempat Uang di Rumah Sentul
- Bupati Bogor Izinkan PKL Boleh Jualan Malam di Alun-alun Tegar Beriman, Ini Syaratnya
- Shin Tae-yong Buka Suara Terkait Kondisi Pemain Anyar Persija Jakarta
- Studi: Mayoritas Karhutla Besar di Asia Tenggara Berasal dari Banyak Titik Api
- Belajar dari Nama Bayi MBG, Mengapa Nama Tak Boleh Menggunakan Singkatan?
